Sama-sama Pereda Nyeri dan Demam, Kenali Perbedaan Paracetamol dan Ibuprofen

Selamat datang Creative 3 Design di Portal Ini!

Creative 3 Design – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) memerintahkan seluruh apotek dan toko obat menghentikan sementara penjualan obat dalam bentuk sirup. Hal ini menanggapi penemuan dan dugaan bahwa sirup parasetamol diduga menjadi penyebab masalah ginjal akut misterius pada anak-anak. Sama-sama Pereda Nyeri dan Demam, Kenali Perbedaan Paracetamol dan Ibuprofen

Selain parasetamol, ibuprofen juga merupakan obat yang biasa digunakan untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam, biasanya dalam bentuk sirup dan tablet. Kedua obat ini tersedia dalam berbagai merek yang mudah didapat di apotek terdekat.

Ibuprofen dan paracetamol, meski sama-sama obat pereda nyeri dan antipiretik, tetap memiliki perbedaan. Simak penjelasan perbedaan paracetamol dan ibuprofen berikut ini.

Penggunaan parasetamol dan efek sampingnya Diminta Dokternya, Pasien di AS Jalani Operasi Tumor Otak Sambil Main Gitar Elektrik

Paracetamol merupakan obat analgesik atau pereda nyeri yang berguna untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang akibat sakit kepala, sakit gigi, kram menstruasi, sakit punggung, atau keseleo. Parasetamol tidak hanya meredakan nyeri, tetapi juga menurunkan suhu.

Paracetamol bisa digunakan oleh semua orang, termasuk ibu hamil dan menyusui. Namun perlu diperhatikan bahwa parasetamol tidak boleh digunakan sembarangan pada anak dan harus memperhatikan usia.

Paracetamol dapat diberikan pada anak saat ia berusia 2 bulan ke atas. Dosis paracetamol juga sebaiknya disesuaikan dengan berat badan anak atau sesuai petunjuk dokter.

Seperti obat-obatan pada umumnya, paracetamol dapat menimbulkan efek samping, antara lain: sakit kepala, mual dan muntah, sembelit, dan alergi.

Meski jarang terjadi, ada kemungkinan efek samping paracetamol bisa lebih serius, misalnya: penurunan tekanan darah, sesak napas, atau peningkatan detak jantung.

Jika hal ini terjadi setelah penggunaan paracetamol, maka perlu segera memeriksakan diri ke dokter.

Penggunaan ibuprofen dan efek sampingnya

Berikutnya adalah ibuprofen yang termasuk dalam kelompok obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Seperti parasetamol, ibuprofen dapat digunakan untuk meredakan nyeri dan demam.

Namun bedanya, ibuprofen juga bermanfaat untuk mengatasi peradangan. Selain itu, ibuprofen juga dapat memblokir produksi zat penyebab peradangan pada tubuh.

Anak-anak dan orang dewasa dapat diberikan ibuprofen dengan dosis yang sesuai. Namun ibu hamil tidak disarankan menggunakan ibuprofen karena berisiko menyebabkan cacat lahir dan gangguan kesehatan pada janin. Sama-sama Pereda Nyeri dan Demam, Kenali Perbedaan Paracetamol dan Ibuprofen

Hal ini juga berlaku untuk ibu menyusui. Meski dalam jumlah kecil, ibuprofen dapat diserap ke dalam ASI, sehingga perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

Penggunaan ibuprofen pada anak juga memiliki batasan umur. Perlu diperhatikan bahwa ibuprofen hanya dapat diberikan kepada anak-anak dan bayi yang berusia lebih dari 6 bulan. Pemberian ibuprofen pada anak di bawah 6 bulan perlu dilakukan di bawah pengawasan dokter.

Ada beberapa efek samping ibuprofen, antara lain gangguan pernafasan, penurunan nafsu makan, sakit kepala, gagal ginjal, alergi

Karena ibuprofen dapat menyebabkan bisul dan iritasi pada lapisan lambung, ibuprofen sebaiknya diminum setelah makan.