8 Jenis Hujan dan Perbedaannya

Sugeng rawuh Creative 3 Design di Website Kami!

Creative 3 Design – Hujan terbagi dalam beberapa kategori. Hujan merupakan faktor penting dalam siklus air dan penting untuk mengetahui jenis-jenis hujan dan perbedaannya. 8 Jenis Hujan dan Perbedaannya

Berikut delapan jenis hujan dan perbedaannya di seluruh dunia yang dihimpun National Weather Service pada Jumat (21/10/2022).

1. Hujan

Tetesan air yang lebih besar dari 0,02 inci dapat dianggap hujan. Namun, partikel yang lebih kecil juga dianggap sebagai tetesan hujan, bukan gerimis. Belajar dari Kasus Suap SAP, Kemandirian Teknologi Jadi Kunci

2. Hujan ringan

Sedimen hanya terdiri dari butiran yang sangat homogen dan padat. Tetesan air hujan tampak melayang di udara, namun tidak seperti tetesan air hujan, tetesan air tersebut jatuh ke tanah. Tidak jarang kabut dan hujan terjadi secara bersamaan.

3. Es Bubuk (Jejak),

Es adalah balok es yang keras, berbentuk bulat atau tidak beraturan, butiran es bening berisi tetesan air hujan yang membeku atau biasanya membeku kembali membentuk kepingan salju.

4. Bersukacitalah

Ini adalah presipitasi dalam bentuk bola-bola kecil atau potongan es lainnya yang jatuh secara terpisah atau membeku menjadi gumpalan tidak beraturan. Hujan es yang berhubungan dengan badai petir memiliki diameter 5 mm atau lebih. Hujan es setinggi 2,5 cm atau lebih merupakan tanda akan terjadi badai petir yang hebat.

5. Hujan es kecil

Bentuk butiran es putih kusam berbentuk bulat dan terkadang lonjong. Hujan es kecil memiliki diameter kurang dari 5 mm.

6. Ilustrasi salju.

Salju adalah jatuhnya kristal salju, biasanya berbentuk seperti cabang dan bintang runcing.

7. Kepingan salju

Butiran es lemah berwarna putih sangat kecil muncul. Pada dasarnya ini adalah hujan yang sangat dingin. 8 Jenis Hujan dan Perbedaannya

8. Es batu

Es batu biasa ditemukan di tempat dingin. Kristal es jatuh dalam bentuk jarum atau piring. Fenomena alam ini disebut juga dengan debu berlian. Kristal es tampak seperti kabut, di mana setiap tetes air langsung berubah menjadi es. Bentuk kristal es menyebabkan efek optik pilar cahaya di atas sumber cahaya.

Dengan mengetahui jenis-jenis hujan dan perbedaannya, pengamat dapat memantau cuaca dan memprediksi kemungkinan kejadian alam. (Pasha Aiga Wilkins)